Cerita Pendek untuk menghibur kalian
Malam
yang Mengerikan
Malam itu, adalah malam yang sangat mengerikan, dimana
saya sendiri diajak ikut ke TPU Jeruk Purut untuk menguji nyali. Pada pukul 11
malam kami berkumpul, kami terdiri 5 orang dan semuanya laki-laki. Kami pun
mempersiapkan kebutuhan apa saja yang dibawa, seperti handphone, dompet serta
isinya.
Pada tengah malam kami memesan taxi online. Dalam
perjalanan menuju tujuan, driver bertanya “mau ngapain kalian ke jeruk purut?”.
Teman saya menjawab “iseng aja pak, mau cari pengalaman”. Tak terasa selama
satu jam akhirnya kami sampai, kemudian membayar taxi online tersebut, dan
driver berbicara kepada kami lagi “hati-hati nak” kami semua menjawab serentak “iya
pak, makasih yoo”.
Kami memasuki kawasan TPU Jeruk Purut dan mencari
seseorang yang biasa dipanggil Pakde. Sekitar 15 menit, akhirnya kami menemukan
Pakde, dan langsung saja bertanya apa kami boleh memasuki tempat-tempat yang “katanya”
cukup angker. Setelah diberitahu tempat mana saja yang angker sama pakde,
kamipun meminta diantar agar tidak salah jalan.
Tempat pertama yang kami kunjungi adalah sumur. Sumur
ini bukan sembarang sumur, jika kalian memperhatikannya ada sebuah ember berada
dekat sumur tersebut. Kalian dilarang mendekati, memakai senter, dan berteriak.
Biasanya ember tersebut bergerak sendiri, tanpa kami sadari ember tersebut
bergerak. Awalnya kami tak percaya, tapi ember tersebut bergerak lagi seperti
ingin memberitahu kami untuk segera pergi. Tapi teman saya tidak ingin pergi
sampai benar-benar terjadi sesuatu yang luar biasa.
Setelah puas di sumur, kami meminta tempat mana lagi
yang harus kami kunjungi. Pakde menyarankan kami agar pergi ke tempat makan
Pastur. Konon, Pastur sering menongolkan dirinya tetapi tanpa kepala, kepalanya
ditenteng olehnya, dan jika ingin melihat harus dateng ke TPU dengan jumlah
orang yang ganjil. Kami pun mulai merinding, karna kami kesini dengan jumlah
orang yang ganjil. Saat kami tiba di makam Pastur, hawa anginnya mulai berbeda,
dan bau kemenyan mulai tercium. Tapi kami tetap ditempat karna ingin tahu,
apakah benar misteri tersebut memang ada. Tak lama kemudian, kami seperti
melihat sosok orang tapi organ tubuhnya lengkap. Saat kami mencoba mendekat,
orang tersebut hilang, kami pun bingung kenapa tiba-tiba hilang. Saat kami
balik badan, ternyata sosok Pastur muncul didepan kami, kamipun ketakutan dan
lari ketempat semula.
Setelah dari tempat makam Pastur, kami berencana
ingin pulang. Tapi ada 1 teman saya yang masih ingin mengetahui misteri Jeruk
Purut lagi. Kemudian Pakde memberi tahu bahwa didekat pohon kembar, sering ada
orang, dan terkadang bayi yang merangkak dengan cepat. Kami pun penasaran, saat
tibat di depan pohon kembar tersebut, kami merasa waswas setelah apa yang
terjadi di makam Pastur. Selama satu jam kami menunggu, tapi tak ada yang
muncul sama sekali. Kami pun mulai kecewa dan beranjak pergi. Pada saat kami
beranjak pergi, ada suara bayi menangis dengan sangat pelan sekali. Salah satu
teman sayapun mencoba menghampiri suara tersebut, namun ia kaget saat melihat
sosok bayangan bayi yang merangkak dengan cepat. Ia pun langsung lari kabur
dari tempat tersebut, kami juga mengikutinya karena ketakutan.
Tak terasa sudah pukul 4 pagi, kami memutuskan untuk
pulang dan memberikan uang serta rokok kepada Pakde, ini sudah tradisi memberi
uang atau rokok bagi setiap pengunjung yang ingin dating. Kami pun keluar dari
TPU tersebut dan mencari makanan di warkop. Kami memesan makan dan es the manis
serta gorengan.
Setelah selesai, kami memesan taxi online. Cukup lama
menunggu driver yang mengambil orderan kami. Sekitar 30menit akhirnya ada yang
mengambil orderan kami.
Kami tiba di tempat pukul 6 pagi, dan memutuskan
untuk tidur dirumah salah satu dari kami. Saat kami sampai dirumahnya, hampir
semua merasa pegal-pegal seperti ada yang naik dibahunya, dan mereka pun
tertidur seperti orang kecapean.
NB: Jika ada kesalahan kata atau tempat, saya mohon maaf karna saya tak luput dari kesalahan
Komentar
Posting Komentar